Home / Berita Partai / Berita Kalsel / Konsolidasi PDI Perjuangan se-Kalsel, Perkuat Gotong Royong dan Aksi Kemanusiaan

Konsolidasi PDI Perjuangan se-Kalsel, Perkuat Gotong Royong dan Aksi Kemanusiaan

BANJARBARU – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Kalimantan Selatan menggelar Konsolidasi Internal Partai se-Kalimantan Selatan di Grand Maya Hotel, Kota Banjarbaru, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi, menyatukan langkah seluruh jajaran partai, sekaligus mendorong gerakan gotong royong dan aksi kemanusiaan dalam merespons berbagai persoalan masyarakat, khususnya dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, serta ancaman bencana alam memasuki musim penghujan.

Konsolidasi tersebut dihadiri sejumlah pimpinan DPP PDI Perjuangan, yakni Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi; Sadarestuwati, S.P., M.M.A., Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pertanian dan Pangan; serta Sri Rahayu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Bidang Kerakyatan. Turut hadir Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan, H.M. Syaripuddin atau yang akrab disapa Bang Dhin, bersama seluruh jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan serta jajaran pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC).

Dalam arahannya, Ketua DPD PDI Perjuangan Kalsel, H.M. Syaripuddin menegaskan bahwa kehadiran partai di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar menyampaikan simpati dan empati. Menurutnya, kondisi masyarakat yang terdampak bencana membutuhkan perhatian langsung, pemahaman terhadap kebutuhan di lapangan, serta respons yang cepat dan tepat.

“Hal yang dibutuhkan publik saat ini adalah tindakan nyata dan konkret. Empati dan simpati saja tidak cukup. Kita semua harus merasakan kesulitan dan penderitaan masyarakat, memahami kebutuhan mereka, serta merespons dengan cepat melalui langkah penanganan yang tepat,” tegas Bang Dhin.

Ia meminta seluruh jajaran partai, mulai dari tingkat DPD, DPC, PAC hingga ranting dan anak ranting, memperkuat koordinasi serta membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. Dengan demikian, berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat diketahui secara cepat dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.

Menurutnya, dampak karhutla dan kekeringan tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat, mulai dari ketersediaan air bersih, kesehatan, hingga keberlangsungan aktivitas dan mata pencaharian warga.

Sebagai tindak lanjut, DPD PDI Perjuangan Kalsel mendorong seluruh pilar partai untuk mengoptimalkan sumber daya organisasi melalui berbagai aksi kemanusiaan. Langkah tersebut meliputi penyaluran air bersih bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air, pembagian masker untuk mengurangi paparan asap, dukungan pelayanan kesehatan, serta bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.

Perhatian terhadap dampak kesehatan akibat karhutla juga menjadi salah satu pembahasan penting dalam konsolidasi tersebut. Sadarestuwati, S.P., M.M.A., selaku Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pertanian dan Pangan, menyoroti kondisi anak-anak di Kalimantan Selatan yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan.

“Anak-anak kita di Kalimantan Selatan banyak yang menderita penyakit ISPA akibat kebakaran hutan. Ini menjadi perhatian kita bersama,” ungkap Sadarestuwati.

Ia menyampaikan bahwa dampak karhutla tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia. Karena itu, kepedulian dan keterlibatan kader dalam membantu masyarakat harus terus diperkuat.

Sadarestuwati juga mengapresiasi keterlibatan kader PDI Perjuangan yang sebelumnya turut mengambil bagian dalam membantu proses penanganan dan pemadaman karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Menurutnya, keterlibatan tersebut menjadi bagian dari semangat untuk terus hadir dan membersamai masyarakat dalam berbagai situasi.

Sementara itu, Djarot Saiful Hidayat selaku Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi menekankan pentingnya pemulihan lingkungan pascakarhutla. Ia mendorong agar kawasan hutan yang terbakar dipulihkan dan dikembalikan fungsinya sebagai kawasan hutan, bukan dialihfungsikan untuk kepentingan lain.

“Kami mendorong agar dilakukan moratorium terhadap penanaman sawit. Hutan-hutan yang terbakar kemarin harus dikembalikan menjadi hutan, tidak dialihfungsikan,” tegas Djarot.

Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan harus menjadi peringatan untuk memperkuat langkah pencegahan sejak dini. Kerusakan hutan tidak hanya berdampak terhadap lingkungan dan ekosistem, tetapi juga mengancam habitat satwa serta kehidupan masyarakat yang berada di sekitar kawasan terdampak.

Sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan, konsolidasi tersebut juga dirangkaikan dengan pembagian bibit pohon kepada seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan se-Kalimantan Selatan. Pembagian bibit ini merupakan bagian dari Gerakan Merawat Pertiwi yang mendorong gerakan penghijauan melalui penanaman dan pemeliharaan pohon secara berkelanjutan.

Djarot menegaskan bahwa menjaga lingkungan tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata dan berkelanjutan. Pemulihan kawasan hutan yang terbakar, menjaga hutan yang masih tersisa, serta melakukan penanaman kembali menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keseimbangan lingkungan.

Selain menghadapi dampak karhutla dan kekeringan, PDI Perjuangan Kalsel juga menaruh perhatian terhadap potensi bencana hidrometeorologi memasuki musim penghujan. Ancaman banjir dan tanah longsor menjadi perhatian yang perlu diantisipasi melalui kesiapsiagaan dan mitigasi sejak dini.

Dalam hal ini, Djarot mengingatkan agar seluruh jajaran partai tetap menyiagakan Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) untuk membantu masyarakat apabila terjadi bencana di wilayah Kalimantan Selatan.

“Mudah-mudahan hujan ini membawa berkah, bukan musibah. PDI Perjuangan tetap siaga melalui BAGUNA agar hujan tidak sampai membawa bencana banjir maupun tanah longsor,” ujarnya.

Kesiapsiagaan BAGUNA diharapkan dapat memperkuat peran partai dalam membantu masyarakat ketika menghadapi situasi darurat, sekaligus mendukung upaya penanganan bencana melalui koordinasi dan gotong royong bersama berbagai pihak.

Sementara itu, Sri Rahayu selaku Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Bidang Kerakyatan turut hadir dalam konsolidasi tersebut sebagai bagian dari jajaran pimpinan DPP yang memberikan perhatian terhadap penguatan gerakan kerakyatan dan respons partai terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui konsolidasi internal ini, DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan menegaskan pentingnya menyatukan kekuatan organisasi dengan kepedulian sosial dan lingkungan. Soliditas partai diharapkan tidak hanya tercermin dalam struktur dan kegiatan organisasi, tetapi juga melalui kehadiran kader yang mampu memahami persoalan masyarakat dan mengambil bagian dalam memberikan solusi.

Semangat gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi bagian dari komitmen PDI Perjuangan Kalsel untuk terus hadir bersama masyarakat, baik dalam situasi normal maupun ketika menghadapi berbagai kondisi sulit.

About Web Admin

Check Also

Refleksi Perjuangan di Hari Kemerdekaan,PDI Perjuangan Kalsel Peringati HUT ke-81 RI

TANAH LAUT — DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan bersama DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tanah Laut …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *