Home / Berita Partai / Berita Kalsel / Kalsel Tampilkan Keindahan Wastra Daerah di Kancah Regional Kalimantan Fatmawati Trophy 2026

Kalsel Tampilkan Keindahan Wastra Daerah di Kancah Regional Kalimantan Fatmawati Trophy 2026

PONTIANAK – Tiga desainer terbaik asal Kalimantan Selatan resmi mewakili provinsi dalam ajang Gelar Karya Fatmawati Trophy 2026 Tingkat Regional Kalimantan yang diselenggarakan pada 18 Juli 2026 di Hotel Golden Tulip Pontianak. Kompetisi ini mempertemukan para desainer dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan dalam sebuah panggung yang mengangkat semangat perjuangan, budaya, serta kreativitas melalui karya busana.

Ajang Gelar Karya Fatmawati Trophy 2026 Tingkat Regional Kalimantan menjadi wadah bagi para desainer untuk menampilkan karya terbaik yang mengangkat kekayaan budaya daerah melalui busana. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga sarana memperkuat identitas budaya serta memperkenalkan wastra lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan mengirimkan tiga peserta terbaik yang sebelumnya berhasil lolos dalam seleksi tingkat provinsi yang diselenggarakan di Banjarmasin pada 20 Juni 2026. Ketiga peserta tersebut adalah Lisa Norridha dari Kota Banjarmasin, Rahmad Noor Maulaya dari Kabupaten Tabalong, dan ST. Nor Sadiah dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Dalam kompetisi ini, masing-masing peserta menghadirkan karya dengan identitas budaya Kalimantan Selatan yang kuat sekaligus mengusung nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh Ibu Fatmawati.

Lisa Norridha menampilkan koleksi bertema Wasaka (Waja Sampai Kaputing) yang memadukan semangat juang masyarakat Banjar dengan nilai keberanian, ketulusan, dan pengabdian Ibu Fatmawati. Koleksinya menggunakan serat Tencel yang ramah lingkungan, diperkaya bordir dan kerajinan Air Guci buatan tangan, serta menerapkan konsep zero waste sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Sementara itu, Rahmad Noor Maulaya menghadirkan koleksi kebaya rangkap khas Banjar yang dipadukan dengan kain sasirangan bermotif gigi haruan. Karya tersebut merepresentasikan pelestarian budaya, kecerdasan, serta ketangguhan perempuan Banjar dalam menjaga warisan tradisi.

Adapun ST. Nor Sadiah mengangkat inspirasi dari keteladanan Ibu Fatmawati melalui rancangan kebaya yang memadukan keberanian dan keanggunan. Sentuhan sasirangan bermotif anggrek, tampuk manggis, bunga matahari, dan daun semanggi menjadi simbol perjuangan, kesetiaan, optimisme, serta harapan yang terus hidup dalam perjalanan perempuan Indonesia.

Melalui Gelar Karya Fatmawati Trophy 2026 Tingkat Regional Kalimantan, para peserta tidak hanya menampilkan keindahan karya busana, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Selatan kepada masyarakat yang lebih luas. Ajang ini menjadi ruang bagi para desainer untuk menunjukkan kreativitas, inovasi, serta komitmen terhadap pelestarian budaya lokal melalui karya yang berkarakter dan berkelanjutan.

Partisipasi ketiga wakil Kalimantan Selatan diharapkan mampu memberikan hasil terbaik sekaligus mengharumkan nama daerah di tingkat regional. Semangat berkarya yang mereka tampilkan menjadi cerminan bahwa budaya Banjar dapat terus berkembang dan dikenal melalui dunia fashion, tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan, kearifan lokal, dan identitas bangsa.

About Web Admin

Check Also

PDI Perjuangan Banjarbaru Semarakkan Bulan Bung Karno dengan SICITA dan Jalan Santai

BANJARBARU – Semangat Bulan Bung Karno di Kota Banjarbaru diwujudkan melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *