
GAMBUT, KABUPATEN BANJAR — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan semakin mendapat perhatian. Sejak Juli 2026, karhutla telah terjadi di sejumlah wilayah Kalsel. Berdasarkan data BPBD Provinsi Kalimantan Selatan per 20 Agustus 2026, tercatat 1.651 kejadian karhutla dengan 8.764 titik panas (hotspot) dan luas lahan terbakar mencapai sekitar 6.905 hektare. Khusus Kabupaten Banjar, luas lahan yang terbakar tercatat sekitar 403 hektare.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan. Pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026, BAGUNA turun langsung ke kawasan Bundaran Pancasila atau Tugu 17 Mei, Jalan A. Yani Kilometer 17, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.


Tim BAGUNA membuka posko kesiapsiagaan karhutla dan membagikan masker serta vitamin C kepada para pengemudi dan pengendara sepeda motor maupun mobil yang melintas. Pembagian tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang beraktivitas di tengah potensi kabut asap akibat karhutla.


Kepala BAGUNA DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan, Muhammad Arifin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah nyata BAGUNA untuk hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi meningkatnya kewaspadaan terhadap ancaman karhutla.
“Kami dari BAGUNA DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan hari ini turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi karhutla, sekaligus memberikan masker dan vitamin C kepada masyarakat pengguna jalan. Ini bentuk kepedulian kami agar masyarakat tetap terlindungi dari dampak asap,” ujar Muhammad Arifin.
Menurut Arifin, upaya penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi. Pencegahan dan edukasi kepada masyarakat harus menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman karhutla.
Selain pembagian masker dan vitamin, BAGUNA juga melakukan pemantauan terhadap informasi titik panas (hotspot) serta menyiapkan peninjauan ke sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla.
Arifin menambahkan, BAGUNA juga akan memperkuat koordinasi dengan pihak terkait, termasuk BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, guna mendukung langkah pencegahan dan penanganan karhutla.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait. Kalau ada informasi hotspot atau potensi kebakaran, tentu akan kami tindak lanjuti dan komunikasikan agar bisa ditangani sedini mungkin,” tutur Arifin.
BAGUNA DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan juga akan melakukan edukasi melalui poster informasi mengenai hotspot, pemasangan spanduk imbauan serta sosialisasi kepada masyarakat agar bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
PDI Perjuangan Kalimantan Selatan Dewan Pimpinan Daerah






