Home / Berita Partai / Berita Kalsel / Red Sisters: Gerakan Baru Perempuan PDI Perjuangan Kalsel

Red Sisters: Gerakan Baru Perempuan PDI Perjuangan Kalsel

Banjarmasin-DPD Taruna Merah Putih Kalimantan Selatan selaku Sayap Partai DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan baru-baru ini menggelar workshop kepemimpinan bertajuk “She is Red, She Thinks, She Acts, She Leads: Leadership & Empowerment Workshop for Women” yang diadakan di Hotel Treepark, Banjarmasin (7/11/2025). Acara ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan agar siap menjadi pemimpin di bidang sosial, politik, dan kehidupan sehari-hari, dengan penekanan pada pentingnya pemikiran kritis, tindakan nyata, serta kepemimpinan berbasis keberanian.

Workshop yang diikuti oleh 57 perempuan dari berbagai latar belakang, termasuk kader muda dan aktivis sosial, ini menghadirkan pembicara-pembicara yang menginspirasi serta diskusi interaktif antara lain adalah Aura Makeup Gallery (Beauty Class), Dr. Ratna Sari Dewi (Women’s Voice in Media), Riswan Iryandy, S.Kep, SH, M.Kes (Content Creator), Resa Sabrina Rahmayanti, CETP (Public Speaking), Dr. Varinia Pura Damaiyanti (Leadership), drg. Helda (Personality) dengan tujuan menggali potensi kepemimpinan peserta. Syarat utama untuk menjadi pemimpin menurut para narasumber adalah bukan hanya berdasarkan jabatan, tetapi lebih kepada kemampuan untuk memberi dampak yang nyata di masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan, H. M. Syaripuddin S.E., M.AP, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting yang tak terelakkan dalam proses pembangunan. “Perempuan bukan sekadar pelengkap, tapi penggerak perubahan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Kepemimpinan sejati tidak mengenal gender, tetapi tentang keberanian dan kesiapan untuk bertanggung jawab,” ujar Syaripuddin.

H. M. Syaripuddin S.E., M.AP

Sementara itu, Rizki Eri Munadi, S.H., Ketua DPD Taruna Merah Putih Kalimantan Selatan, menjelaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar pelatihan, tetapi merupakan langkah nyata untuk memperkuat solidaritas antarperempuan. Ia berharap perempuan Kalimantan Selatan bisa menjadi penggerak perubahan dan berani tampil memimpin. “Perubahan besar sering dimulai dari langkah kecil yang penuh keberanian. Kita ingin perempuan muda di sini tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku perubahan,” tegas Rizki.

Rizki Eri Munadi, S.H.

Workshop ini juga mengedepankan pentingnya kolaborasi antar perempuan dengan membentuk jaringan yang disebut “Red Sisters”. Melalui jaringan ini, diharapkan peserta dapat saling mendukung dalam proyek-proyek sosial dan politik, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan strategis untuk menguatkan peran perempuan dalam masyarakat.

Selain materi kepemimpinan, peserta juga dibekali dengan keterampilan praktis, termasuk pentingnya kemandirian di era digital serta cara mengatasi tantangan di dunia politik. Hasil dari workshop ini, nantinya, akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan kapasitas perempuan, pendidikan politik, dan ruang partisipasi publik bagi perempuan di Kalimantan Selatan.

Acara ini ditutup dengan deklarasi semangat “She Thinks, She Acts, She Leads”, yang menjadi simbol komitmen para peserta untuk terus bergerak maju dan berkontribusi aktif dalam masyarakat. Workshop ini menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak mengenal jenis kelamin—yang diperlukan adalah keberanian untuk berpikir, bertindak, dan memimpin demi perubahan yang lebih baik.

About Web Admin

Check Also

PNU Arab Saudi Anugerahkan Gelar Doktor Kehormatan kepada Megawati Soekarnoputri

Presiden Kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menerima gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari Princess Nourah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *