
Bogor, 21 November 2025 – Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP PDI Perjuangan, My Esti Wijayati, menyampaikan pesan penting tentang peran strategis organisasi sayap partai, khususnya Banteng Muda Indonesia (BMI), dalam memperkuat perjuangan PDI Perjuangan menuju Pemilu 2025. Materi tersebut disampaikan dalam acara Bersukaria Camp 2025 & Rakernas Banteng Muda Indonesia yang dihadiri oleh ratusan kader muda BMI dari 24 provinsi di Indonesia, di Bogor, pada Jumat, 21 November 2025.
Dalam materinya, My Esti Wijayati menegaskan bahwa keberadaan BMI sebagai organisasi sayap partai tidak hanya bertujuan untuk memperkuat struktur partai, tetapi juga untuk menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya generasi muda. Ia mengingatkan kepada seluruh kader BMI bahwa loyalitas dan komitmen kepada PDI Perjuangan adalah hal yang tidak bisa ditawar.
“Saya ingin menegaskan bahwa sayap partai, termasuk BMI, harus berada di garis terdepan dalam mendukung perjuangan PDI Perjuangan. Tidak hanya sebagai organisasi yang sekadar kumpul-kumpul, tetapi harus aktif menggerakkan masyarakat, terutama di kalangan pemuda.” ujar My Esti Wijayati dengan tegas.

Ia juga menyinggung tentang pentingnya komunikasi yang solid antara BMI dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Dalam hal ini, keberadaan BMI sebagai sayap partai diharapkan dapat mempermudah koordinasi dan memperkuat kerja sama di semua tingkatan. “Kepengurusan BMI di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota harus terorganisir dengan baik dan terhubung erat dengan struktur partai di setiap levelnya,” tambahnya.
Acara Bersukaria Camp 2025 & Rakernas BMI yang diselenggarakan di Bogor ini menjadi momentum penting bagi BMI untuk mengevaluasi sekaligus merancang langkah strategis dalam menghadapi Pemilu 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia, yang turut aktif dalam berbagai diskusi mengenai penguatan organisasi dan peran BMI dalam memperjuangkan ideologi partai.
My Esti Wijayati juga menekankan bahwa BMI harus dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dalam hal pemanfaatan media sosial dan digital untuk membangun komunikasi dan mengorganisir kader-kader muda. “Kita harus memanfaatkan kekuatan media sosial untuk mengedukasi publik, menyebarkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno, dan menjaga ideologi PDI Perjuangan. Media sosial bukan hanya untuk serangan politik, tetapi juga untuk mengangkat pesan-pesan positif,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, My Esti Wijayati juga berbicara mengenai pentingnya loyalitas terhadap keputusan partai. Ia menekankan bahwa dalam menjalankan organisasi sayap partai, setiap kader BMI harus tetap konsisten dengan arah dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh PDI Perjuangan, tanpa terpengaruh oleh kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. “Kita harus memastikan bahwa BMI tetap setia pada keputusan partai. Jangan sampai ada pihak-pihak yang berusaha merusak kesatuan kita,” tegasnya.
Selain itu, acara ini juga menjadi ajang untuk memperkuat kebersamaan dan solidaritas antar kader muda PDI Perjuangan di seluruh Indonesia. Pengurus BMI dari berbagai provinsi, termasuk perwakilan dari Sulawesi Tengah dan Palu, turut berbagi pengalaman dan strategi dalam membangun organisasi di daerah mereka masing-masing.
Menutup acara, My Esti Wijayati kembali mengingatkan kepada seluruh kader BMI bahwa kemenangan PDI Perjuangan dalam Pemilu 2025 adalah tanggung jawab bersama. “Kita harus bekerja keras dan bersinergi. Semua sayap partai, termasuk BMI, harus bergerak bersama-sama untuk meraih kemenangan. PDI Perjuangan harus menjadi pemenang, dan BMI adalah bagian yang sangat penting dari perjuangan ini,” ujarnya.
PDI Perjuangan Kalimantan Selatan Dewan Pimpinan Daerah






