Home / Berita Partai / Berita Cabang / Perangi HOAX Dengan Wujud Nyata

Perangi HOAX Dengan Wujud Nyata

BANJARMASIN-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Banjarmasin, mendeklarasikan anti hoax, Sabtu (10/3) malam, disela gelaran Gebyar Maulid se-Kota Banjarmasin, di Lapangan Basket siring Maskot Bekantan.

Deklarasi anti hoax yang bersamaan dilaksanakan dengan acara Gebyar Maulid oleh BAMUSI Kota Banjarmasin ini dilakukan oleh para pengurus DPC PDI Perjuangan se-Kota Banjarmasin, dengan dipimpin oleh Ketua DPC PDIP Kota Banjarmasin, Suprayogi, S.Sos

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Banjarmasin, Suprayogi menjelaskan, digelarnya deklarasi anti hoax ini untuk menyatukan tekad menangkal dan memerangi berita bohong dan fitnah, yang bisa memecah belah persatuan bangsa.

Pembacaan Deklarasi Hoax oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Banjarmasin Suprayogi, S.Sos

“Kita bekerjasama dengan pihak Kepolisian, untuk mendeklarasikan anti hoax ini,” ujar Suprayogi yang menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin tersebut.
Menurutnya, bila melihat kondisi saat ini, banyak sekali informasi atau berita bohong (hoax) yang kerap menyudutkan salah satu pihak, yang tentunya dapat merugikan.

“Banjarmasin dan Kalsel pada umumnya, merupakan daerah yang sangat kondusif. Sehingga jangan sampai termakan isu yang tidak benar dari berita bohong,” ingatnya.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalsel, H Supiansyah mengaku, partainya masuk menjadi salah satunya yang sering mendapat serangan berita hoax.

Sehingga, pihak pengurus mulai pusat hingga daerah, sangat konsen sekali untuk memerangi hoax ini, bahkan memberi jawaban pasti akan tidak adanya anti agama di dalam partainya ini.

Baitul Muslimin tegasnya, adalah satu sayap organisasi keagamaan PDI Perjuangan yang didirikan 12 tahun silam, di mana tokoh pemparkarsanya diantaranya, Prof Din Syamsuddin dan Prof KH Said Agil Siraj.

“Jadi kita tegaskan bahwa, PDI Perjuangan bukan partai anti agama,” tekannya.

Anggota DPRD Provinsi Kalsel dari fraksi PDI Perjuangan, H Rosehan NB menyatakan pula, penduduk Kalsel yang notabene agamis, yakni, hampir 95 persen beragama Islam dan hampir sebagian besarnya lagi adalah NU.

“Tidak perlu secara prontal untuk melawan, tetapi justru wujud nyata yang kami lakukan,” ucapnya.

Dia berharap, suasana daerah Kalsel akan selalu dingin, dan tidak terpengaruh berita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sumber : (http://kalselpos.com/?p=19412), https://www.wartaekonomi.co.id/read173238/pdip-banjarmasin-deklarasi-anti-hoax.html

About Web Admin

Check Also

Rekomendasi Eksternal Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan Tahun 2020 menjadi momentum penting bagi Partai untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *