Home / Berita Partai / Berita Kalsel / MARDANI LURUSKAN STIGMA POLITIK KEPADA 700 MAHASISWA

MARDANI LURUSKAN STIGMA POLITIK KEPADA 700 MAHASISWA

Mardani H. Maming (Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan) Mengisi acara seminar Peran Pemuda dalam Politik Indonesia

Banjarmasin-Seminar Kepemudaan dalam rangka Kongres Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan bertempat di Auditorium Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin (7/2/2018) yang di isi oleh Mardani H. Maming (Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan).

Pemuda dapat berkontribusi langsung secara aktif dalam dunia perpolitikan di Indonesia. Kemampuan pemuda Indonesia dalam berpolitik tidak dapat diremehkan lagi. Pemikiran mereka yang kritis terhadap kebijakan-kebijakan politik dapat menjadi suatu pembaharuan dalam dunia perpolitikan. Saat ini sedikit demi sedikit telah terjadi pergeseran pandangan masyarakat terhadap pemuda Indonesia yang dulunya hanya dianggap sebagai kaum anarkis menjadi kaum intelektual yang berpikitan kritis. Pemikiran kritis yang dimiliki oleh pemuda-pemudi Indonesia telah mampu mewakili aspirasi rakyat Indonesia. Dan dikarenakan hal inilah dapat dikatakan bahwa sebenarnya pemuda-pemudi Indonesialah yang menjadi wakil rakyat Indonesia dalam menyuarakan semua aspirasi mereka dan tuntutan mereka atas pemenuhan hak.

700 Mahasiswa dari berbagai daerah di Kalimantan hadiri seminar kepemudaan

Seminar yang diadakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin adalah sebuah bukti keresehan para kaum muda intelektual akan minimnya pahaman dunia politik. Banyak yang peranggapan bahwa politik itu kejam, politik ini sesat, dan politik itu kotor. Ya Menanggapi hal ini Mardani H. Maming dalam sebuah acara seminar tersebut menyampaikan “jangan hanya menilai seseorang dari yang terlihat oleh matamu belum tentu benar, sebab penampilan luar semata kadang mengecoh, maka hati-hatilah menaruh prasangka tentang hidup seseorang agar hidupmu tak terjerumus pada hal-hal yang merugikan, seperti halnya berprasangka buruk, menvonis, dan menfitnah.”

Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.  mungkin pepatah ini bisa menggambarkan kondisi Indonesia sekarang. Hanya karena satu kesalahan, hilanglah seluruh kebaikan yang dilakukan “didunia serba modern ini kita semakin mudah dihasut dan didoktrin kata kata atau opini yang ditemukan di Media Online dan juga Media Sosial, Padahal sejatinya berita tersebut belum tentu benar/HOAX, maka penting nya memahami suatu konflik sebelum menjudge problem tersebut”Sambung Mardani dalam acara seminar tersebut.

Mardani berharap semua pemuda harus mampu mendominasi dunia perpolitikan di Indonesia, jangan hanya bisa mengkritik tanpa kaji, namun ikut membantu untuk kesejahteraan rakyat bersama. Jangan mau di adu dombakan oleh opini kebencian tapi kompak demi kesejahteraan.

 

About Web Admin

Check Also

Rekomendasi Eksternal Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan Tahun 2020 menjadi momentum penting bagi Partai untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *